Scroll Top

Contoh Pembukuan Bimbel: Buku Kas, Pemasukan Les, dan Laporan Bulanan

img-figure-1 (Demo)
img-figure-2 (Demo)

Contoh pembukuan bimbel yang paling sederhana terdiri dari tiga catatan: buku kas harian, catatan pemasukan les per siswa, dan laporan keuangan bulanan. Setiap uang masuk dan keluar dicatat di hari yang sama, lengkap dengan buktinya. Di akhir bulan, catatan itu diringkas menjadi laporan untuk pemilik atau untuk tiap cabang.

Panduan ini untuk pemilik bimbel, admin les, dan pengelola lembaga kursus. Isinya kelompok catatan yang perlu ada, contoh buku kas dan laporan dengan data fiktif, cara membuat pembukuan langkah demi langkah, serta kesalahan yang sering terjadi.

Diagram SPPKU tentang contoh pembukuan bimbel dalam 5 langkah: pisahkan kas, catat uang masuk, catat uang keluar, cocokkan kas, laporan bulanan
Alur pembukuan bimbel, dari uang masuk sampai laporan bulanan untuk pemilik.

Apa Itu Pembukuan Keuangan Bimbel

Pembukuan keuangan bimbel adalah catatan semua uang yang masuk dan keluar dari usaha les. Uang masuk biasanya berasal dari biaya pendaftaran, les bulanan, dan paket les. Uang keluar meliputi sewa tempat, honor pengajar, listrik, dan modul.

Pembukuan yang rapi memberi tiga manfaat:

  • Pemilik tahu hasil usaha setiap bulan. Selisih pemasukan dan pengeluaran terlihat jelas, bukan hanya perkiraan.
  • Uang les tidak tercampur dengan uang pribadi. Setiap rupiah punya catatan dan bukti.
  • Orang tua lebih percaya. Pertanyaan “les bulan ini sudah dibayar?” bisa dijawab dengan cepat dan tepat.

Prinsip dasarnya sama dengan pencatatan di sekolah swasta, seperti dibahas di panduan keuangan sekolah. Bedanya, bimbel biasanya punya program dan paket yang lebih beragam.

Catatan yang Perlu Ada dalam Pembukuan Bimbel

Tidak perlu banyak buku. Empat catatan berikut sudah menutup kebutuhan sehari-hari.

CatatanIsiKapan diisi
Buku kas harianSemua uang masuk dan keluar, dengan saldo berjalanSetiap ada transaksi
Catatan pemasukan lesNama siswa, program, biaya, jumlah dibayar, sisaSetiap orang tua membayar
Bukti pengeluaranNota, kuitansi sewa, bukti transfer honorSetiap ada pengeluaran
Laporan bulananRingkasan pemasukan, pengeluaran, dan saldoSetiap akhir bulan

Contoh Pembukuan Bimbel: Buku Kas Harian

Contoh berikut memakai data fiktif (bukan data klien). Nama bimbel, nama siswa, dan nominal hanya ilustrasi. Ganti dengan data bimbel Anda.

Buku kas harian Bimbel Cerdas Mandiri (contoh fiktif), Oktober 2026

TanggalNo buktiKeteranganMasukKeluarSaldo
1 Okt 2026–Saldo awal bulan––Rp4.250.000
1 Okt 2026KW-101Les bulanan SD, Rani (fiktif), tunaiRp350.000–Rp4.600.000
2 Okt 2026KW-102Paket 3 bulan SMP, Dimas (fiktif), cicilan 1, transferRp600.000–Rp5.200.000
3 Okt 2026NT-031Fotokopi modul latihan–Rp185.000Rp5.015.000
5 Okt 2026KW-103Pendaftaran siswa baru, Salsa (fiktif), tunaiRp150.000–Rp5.165.000
5 Okt 2026NT-032Sewa ruko bulan Oktober–Rp2.000.000Rp3.165.000
6 Okt 2026NT-033Token listrik–Rp300.000Rp2.865.000

KW adalah nomor kuitansi untuk uang masuk, dan NT adalah nomor nota untuk uang keluar. Dengan nomor bukti, setiap baris bisa dicek ulang kapan saja.

Contoh Catatan Pemasukan Les per Siswa

Buku kas hanya menunjukkan uang yang sudah diterima. Untuk mengetahui siapa yang masih punya sisa, buat catatan pemasukan per siswa.

Catatan pemasukan les (contoh fiktif), Oktober 2026

NoNama siswaProgramBiayaDibayarSisaKeterangan
1Rani (fiktif)Les bulanan SDRp350.000Rp350.000–Lunas, tunai 1 Okt
2Dimas (fiktif)Paket 3 bulan SMPRp1.200.000Rp600.000Rp600.000Cicilan 1 dari 2
3Salsa (fiktif)PendaftaranRp150.000Rp150.000–Siswa baru
4Bima (fiktif)Les per pertemuan, 6 x Rp50.000Rp300.000–Rp300.000Ditagih akhir bulan

Paket yang dicicil dan les per pertemuan paling sering membuat bingung. Tulis biaya penuh, jumlah yang sudah dibayar, dan sisanya di baris yang sama. Daftar siswa yang masih punya sisa bisa disusun seperti cara membuat laporan tunggakan SPP, cukup ganti kelas dengan program les.

Kelompok Pengeluaran yang Umum di Bimbel

Gunakan nama kelompok yang sama setiap bulan, supaya laporan mudah dibandingkan:

  • Sewa tempat: ruko, rumah, atau ruang kelas.
  • Honor pengajar: per bulan atau per pertemuan, sesuai kesepakatan.
  • Listrik, air, dan internet.
  • Modul, fotokopi, dan alat tulis.
  • Promosi: brosur, spanduk, atau iklan.
  • Perawatan dan perlengkapan: kursi, papan tulis, kipas angin.

Setiap pengeluaran sebaiknya punya nota atau bukti transfer. Untuk pembelian kecil tanpa nota, tulis bukti pengeluaran sederhana yang ditandatangani admin.

Contoh Laporan Keuangan Bulanan Bimbel

Di akhir bulan, ringkas buku kas menjadi laporan satu halaman. Laporan inilah yang dibaca pemilik atau dikirim ke pengurus.

Laporan keuangan bulanan Bimbel Cerdas Mandiri (contoh fiktif), Oktober 2026

KelompokUraianJumlah
PemasukanPendaftaran siswa baruRp600.000
PemasukanLes bulananRp8.400.000
PemasukanPaket les, termasuk cicilanRp3.000.000
PemasukanTotal pemasukanRp12.000.000
PengeluaranSewa tempatRp2.000.000
PengeluaranHonor pengajarRp5.400.000
PengeluaranListrik, air, dan internetRp650.000
PengeluaranModul, fotokopi, dan alat tulisRp750.000
PengeluaranPromosiRp400.000
PengeluaranTotal pengeluaranRp9.200.000
HasilSelisih bulan iniRp2.800.000
KasSaldo awal 1 Oktober 2026Rp4.250.000
KasSaldo akhir 31 Oktober 2026Rp7.050.000
CatatanSisa biaya les yang belum dibayarRp1.350.000

Pemasukan dicatat saat uang benar-benar diterima. Sisa biaya yang belum dibayar ditulis sebagai catatan terpisah, supaya pemilik tahu masih ada uang yang perlu ditagih.

Laporan untuk bimbel dengan beberapa cabang

Kalau bimbel punya beberapa cabang, buat laporan yang sama untuk setiap cabang, lalu gabungkan dalam satu tabel ringkas.

Ringkasan per cabang (contoh fiktif), Oktober 2026

CabangPemasukanPengeluaranSelisih
Cabang PusatRp12.000.000Rp9.200.000Rp2.800.000
Cabang TimurRp7.500.000Rp6.100.000Rp1.400.000
TotalRp19.500.000Rp15.300.000Rp4.200.000

Syaratnya satu: semua cabang memakai format dan nama kelompok yang sama.

Cara Membuat Pembukuan Bimbel Langkah demi Langkah

  1. Pisahkan uang bimbel dan uang pribadi. Pakai rekening dan kas khusus untuk bimbel. Kalau pemilik mengambil uang, catat sebagai pengambilan pemilik.
  2. Tentukan kelompok pemasukan dan pengeluaran. Misalnya pendaftaran, les bulanan, dan paket untuk pemasukan, lalu sewa, honor, dan modul untuk pengeluaran.
  3. Catat di hari yang sama, dengan bukti. Setiap uang masuk punya kuitansi, setiap uang keluar punya nota. Format kuitansinya bisa meniru contoh kwitansi pembayaran SPP, cukup ganti SPP dengan nama program les.
  4. Isi catatan pemasukan per siswa. Tulis biaya, jumlah dibayar, dan sisa, terutama untuk paket yang dicicil.
  5. Cocokkan kas dan rekening setiap minggu. Saldo di buku harus sama dengan uang tunai dan saldo rekening.
  6. Tutup buku setiap akhir bulan. Buat laporan bulanan, simpan bukti dalam satu map, lalu mulai halaman baru dengan saldo akhir sebagai saldo awal.

Untuk mengingatkan orang tua yang masih punya sisa biaya dengan santun, contoh pesannya ada di cara menagih SPP lewat WhatsApp.

Kesalahan Umum dalam Pembukuan Bimbel

  1. Uang les dan uang pribadi tercampur. Hasil usaha jadi sulit dihitung, dan saldo kas tidak pernah cocok.
  2. Pemasukan ditulis sebagai total harian. Tanpa nama siswa, admin sulit menjawab pertanyaan orang tua.
  3. Sisa cicilan paket tidak dicatat. Orang tua merasa sudah lunas, padahal masih ada sisa.
  4. Pengeluaran kecil tanpa bukti. Fotokopi dan air minum terlihat sepele, tetapi lama-lama menumpuk.
  5. Tiap cabang memakai format sendiri. Pemilik harus menyusun ulang dulu, baru bisa membandingkan.
  6. Laporan hanya dibuat saat ada masalah. Laporan bulanan yang rutin membuat masalah terlihat lebih awal.

Kapan Pindah ke Software Administrasi Bimbel

Buku kas dan Excel tetap bisa dipakai bimbel yang baru mulai. Pertimbangkan software administrasi bimbel bila:

  • Jumlah siswa bertambah, dan mencocokkan siapa yang sudah membayar makin lama.
  • Program dan paket makin beragam, dan banyak yang dicicil.
  • Orang tua sering bertanya “les bulan ini sudah tercatat?”.
  • Bimbel punya beberapa cabang, dan pemilik harus menunggu rekap dari tiap cabang.

SPPKU adalah aplikasi web untuk bimbel, kursus, dan sekolah. Aplikasinya sengaja dibuat sederhana dan mudah dipakai admin setiap hari, seperti WhatsApp.

Ingin pembayaran les setiap siswa tercatat per program, lengkap dengan sisa yang masih perlu ditagih?

Cara SPPKU Membantu Pencatatan Pembayaran Les

  • Tagihan per program, paket, atau pertemuan: program dan jenis tagihan diatur saat setup awal bersama tim SPPKU. Nominal bisa per program atau per siswa, dan tagihan non-bulanan bisa dicicil.
  • Pembayaran tercatat rapi: orang tua membayar tunai di tempat les, atau transfer lalu mengunggah bukti. Admin mengecek lalu menyetujui, dan konfirmasi WhatsApp terkirim ke orang tua. Kuitansi keluar dari sistem.
  • Riwayat bayar untuk orang tua: orang tua melihat tagihan dan riwayat bayar anaknya lewat halaman login sendiri.
  • Laporan tunggakan per program dan cabang: laporan bisa dicetak atau diekspor ke Excel dan PDF. Admin mengirim pengingat tagihan WhatsApp, per siswa atau sekaligus.
  • Multi-cabang: satu aplikasi untuk beberapa cabang, dengan hak akses staf per menu.
  • Setup dipandu tim SPPKU, termasuk data siswa awal. Training lewat video conference. Full support selama berlangganan. Langganan mulai Rp100 ribu per bulan.

Kalau pembukuan lengkap juga dibutuhkan, fiturnya dibahas di halaman aplikasi keuangan sekolah SPPKU. Rincian untuk bimbel dan kursus ada di halaman software administrasi bimbel SPPKU.

FAQ Contoh Pembukuan Bimbel

Apa saja isi pembukuan bimbel?

Buku kas harian, catatan pemasukan les per siswa, bukti pengeluaran, dan laporan bulanan. Buku kas mencatat semua uang masuk dan keluar, sedangkan catatan per siswa menunjukkan siapa yang masih punya sisa biaya.

Apa beda pembukuan bimbel dan laporan keuangan bimbel?

Pembukuan adalah catatan harian setiap transaksi. Laporan keuangan adalah ringkasan pembukuan dalam satu periode, biasanya satu bulan, berisi total pemasukan, total pengeluaran, selisih, dan saldo kas.

Bolehkah uang pribadi pemilik dicampur dengan kas bimbel?

Sebaiknya tidak. Pakai rekening dan kas khusus untuk bimbel. Kalau pemilik mengambil uang dari kas, catat sebagai pengambilan pemilik supaya saldo tetap cocok.

Bagaimana mencatat paket les yang dibayar dicicil?

Tulis biaya paket penuh di catatan pemasukan siswa, lalu catat setiap cicilan pada tanggal uang diterima. Sisa biaya ditulis di baris yang sama sampai lunas.

Bagaimana pembukuan bimbel dengan beberapa cabang?

Setiap cabang membuat buku kas dan laporan bulanan dengan format yang sama. Di akhir bulan, laporan semua cabang digabung dalam satu tabel ringkas untuk pemilik.

Bagaimana SPPKU membantu pencatatan pembayaran les?

Program dan jenis tagihan diatur saat setup awal bersama tim SPPKU. Orang tua membayar tunai atau transfer lalu mengunggah bukti, admin menyetujui, dan konfirmasi WhatsApp terkirim. Laporan tunggakan bisa dilihat per program dan cabang. Demo diberikan lewat WhatsApp.

Mulai dari Buku Kas yang Rapi

Mulailah dari contoh di atas: pisahkan kas bimbel, catat setiap transaksi di hari yang sama, dan tutup buku setiap akhir bulan. Pembukuan yang tertib membuat pemilik tenang dan orang tua lebih percaya. Kalau Anda ingin pembayaran les tercatat per siswa dan per cabang di satu tempat, lihat bagaimana SPPKU membantu. Akses demo diberikan lewat WhatsApp.