Scroll Top

Contoh Kartu Syahriah Pondok Pesantren: Format dan Cara Mengisi

img-figure-1 (Demo)
img-figure-2 (Demo)

Contoh kartu syahriah pondok pesantren adalah kartu pembayaran per santri yang berisi identitas santri, nominal syahriah, dan satu baris untuk setiap bulan. Setiap kali wali membayar, bendahara mengisi tanggal, nominal, dan paraf. Dengan satu kartu, wali, santri, dan bendahara melihat catatan yang sama.

Panduan ini untuk bendahara pondok, staf administrasi, dan pengurus yayasan. Isinya kolom yang wajib ada, contoh kartu dengan data fiktif, format gabungan untuk uang makan dan asrama, penyesuaian untuk TPQ dan madrasah diniyah, serta cara mengisinya dengan tertib.

Diagram SPPKU tentang contoh kartu syahriah pondok pesantren dalam 5 langkah: siapkan kartu, wali membayar, bendahara mengecek, isi dan paraf, rekap bulanan
Alur kartu syahriah pondok pesantren, dari kartu disiapkan sampai rekap bulanan untuk pengurus.

Apa Itu Syahriah dan Kartu Syahriah

Syahriah adalah iuran bulanan santri kepada pondok. Kata ini berasal dari bahasa Arab “syahr” yang berarti bulan. Di banyak pondok, syahriah dipakai untuk biaya pendidikan dan operasional bulanan. Ejaannya beragam: syahriah, syahriyah, atau syahriahan.

Kartu syahriah adalah catatan pembayaran syahriah milik satu santri. Kartu biasanya dipegang santri atau wali. Bendahara menyimpan catatan induknya di buku syahriah atau lembar rekap.

Kartu ini memberi tiga manfaat:

  • Amanah lebih mudah dijaga. Setiap rupiah dari wali tercatat dengan tanggal dan paraf.
  • Wali tidak perlu bertanya berulang. Bulan yang sudah lunas terlihat langsung di kartu.
  • Bendahara cepat mencocokkan. Kartu santri dan buku syahriah bisa dibandingkan baris demi baris.

Kolom Wajib di Kartu Syahriah

Kartu yang baik cukup sederhana, tetapi kolomnya lengkap. Pakai daftar berikut sebagai acuan.

KolomIsiKenapa perlu
Kop pondokNama pondok, unit, dan tahun ajaranKartu tidak tertukar dengan tahun lalu
Identitas santriNama, nomor induk, kelas atau kamar, nama waliMemastikan kartu milik santri yang benar
Nominal syahriahBesar iuran per bulanWali tahu jumlah yang harus dibayar
BulanSatu baris per bulan, 12 bulanBulan yang belum dibayar mudah terlihat
Tanggal bayarTanggal uang diterima atau dana dicek masukDasar pencocokan dengan buku kas
Jumlah dibayarNominal yang benar-benar diterimaPembayaran sebagian tetap tercatat
Cara bayarTunai atau transferMemudahkan cek bukti transfer
Paraf dan stempelParaf bendahara, stempel pondok bila adaBukti pembayaran sudah diterima pondok
KeteranganCatatan singkat, misalnya keringananMenjelaskan nominal yang berbeda

Contoh Kartu Syahriah Pondok Pesantren (Format Bulanan)

Contoh berikut memakai data fiktif (bukan data klien). Nama pondok, nama santri, dan nominal hanya ilustrasi. Ganti dengan data dan keputusan pengurus pondok Anda.

Kop kartu (contoh fiktif)

ItemIsi
Nama pondokPondok Pesantren Nurul Ilmi (fiktif)
Tahun ajaran2026/2027
Nama santriAhmad Fauzi (fiktif)
Nomor induk / kelas2026-015 / Kelas 1 MTs
Nama waliBapak Hasan (fiktif)
Nominal syahriahRp350.000 per bulan

Isi kartu syahriah (contoh fiktif)

NoBulanTanggal bayarJumlahCara bayarParafKeterangan
1Juli 20266 Juli 2026Rp350.000Tunai(paraf)Lunas
2Agustus 20268 Agustus 2026Rp350.000Transfer(paraf)Lunas, bukti dicek
3September 202610 September 2026Rp200.000Tunai(paraf)Sebagian, sisa Rp150.000
4Oktober 20265 Oktober 2026Rp500.000Transfer(paraf)Sisa September + Oktober
5November 2026–––––
6Desember 2026–––––
7Januari 2027–––––
8Februari 2027–––––
9Maret 2027–––––
10April 2027–––––
11Mei 2027–––––
12Juni 2027–––––

Cara baca singkat: Juli dan Agustus lunas. September baru dibayar sebagian, lalu sisanya dilunasi bersama Oktober. Baris November dan seterusnya masih kosong karena belum jatuh tempo.

Sebagian pondok memakai bulan Hijriah, misalnya Syawal sampai Sya’ban. Kalau begitu, ganti kolom bulan sesuai kalender pondok. Yang penting, urutannya sama dengan buku syahriah bendahara.

Kartu Pembayaran Santri: Format Gabungan Syahriah, Makan, dan Asrama

Banyak pondok menagih lebih dari syahriah setiap bulan. Ada uang makan, asrama, atau laundry. Untuk itu, kartu pembayaran santri bisa dibuat dengan kolom terpisah per jenis biaya.

Kartu pembayaran santri gabungan (contoh fiktif)

BulanSyahriahUang makanAsramaTotalParaf
Juli 2026Rp300.000Rp450.000Rp100.000Rp850.000(paraf)
Agustus 2026Rp300.000Rp450.000Rp100.000Rp850.000(paraf)
September 2026Rp300.000Rp450.000–Rp750.000(paraf)

Pada contoh di atas, asrama September belum dibayar. Karena kolomnya terpisah, sisa per jenis biaya langsung terlihat. Hindari menulis satu angka total saja, karena bendahara akan sulit menjelaskan bagian mana yang kurang.

Uang pangkal atau uang gedung sebaiknya tidak dicampur di kartu bulanan. Catat di kartu cicilan sendiri, seperti dibahas di cara mengelola uang gedung sekolah.

Penyesuaian untuk TPQ dan Madrasah Diniyah

Format yang sama bisa dipakai lembaga lain dengan sedikit penyesuaian:

  • TPQ: kartu biasanya lebih sederhana. Cukup nama santri, nama wali, bulan, jumlah, dan paraf ustadz atau ustadzah. Sebagian TPQ menyebutnya infaq bulanan.
  • Madrasah diniyah (madin): tambahkan kolom jilid atau kelas diniyah. Sesuaikan bulan dengan kalender madin yang dipakai.
  • Pondok dengan beberapa unit: tulis unit di kop, misalnya MTs, MA, atau diniyah. Setiap unit sebaiknya punya buku syahriah sendiri.

Cara Mengisi Kartu Syahriah yang Rapi

Ikuti langkah sederhana ini supaya kartu dan buku bendahara selalu sama:

  1. Siapkan kartu di awal tahun ajaran. Isi kop, identitas santri, dan nominal. Bagikan kartu saat santri masuk atau daftar ulang.
  2. Isi di hari yang sama. Begitu uang diterima, isi tanggal, jumlah, cara bayar, dan paraf. Jangan menunda sampai akhir bulan.
  3. Untuk transfer, cek dulu dananya. Isi kartu setelah bukti transfer dicek dan dana dipastikan masuk ke rekening pondok.
  4. Salin ke buku syahriah. Catatan induk di bendahara harus sama dengan kartu santri, baris demi baris.
  5. Berikan bukti bayar. Paraf di kartu bisa dilengkapi kwitansi. Formatnya bisa mengikuti contoh kwitansi pembayaran SPP.
  6. Rekap setiap bulan. Pindahkan data kartu ke rekap per kelas atau per kamar, lalu laporkan ke pengurus.

Pola rekap per kelas sama dengan contoh rekap pembayaran SPP, cukup ganti SPP dengan syahriah. Santri yang masih kurang bayar bisa disusun dalam daftar seperti cara membuat laporan tunggakan SPP. Untuk pesan pengingat yang santun ke wali, lihat cara menagih SPP lewat WhatsApp.

Kesalahan Umum Saat Memakai Kartu Syahriah

  1. Kartu tanpa tahun ajaran. Kartu lama dan baru mudah tertukar, terutama untuk santri kelas atas.
  2. Paraf tanpa tanggal. Paraf saja tidak cukup untuk mencocokkan dengan buku kas atau mutasi rekening.
  3. Pembayaran sebagian tidak ditulis. Wali merasa sudah membayar, padahal masih ada sisa. Tulis jumlah dan sisanya di kolom keterangan.
  4. Kartu dan buku syahriah berbeda. Satu baris yang terlewat cukup untuk memancing salah paham. Cocokkan keduanya setiap akhir bulan.
  5. Semua biaya digabung dalam satu angka. Syahriah, makan, dan asrama jadi sulit dilacak. Pakai kolom terpisah.
  6. Kartu hilang tanpa cadangan. Selalu simpan catatan induk di bendahara, supaya kartu pengganti bisa dibuat dengan isi yang sama.

Kapan Pindah ke Aplikasi Keuangan Pondok Pesantren

Kartu kertas dan buku syahriah tetap bisa dipakai pondok yang baru merapikan catatan. Pertimbangkan aplikasi keuangan pondok pesantren bila:

  • Jumlah santri membuat pengisian kartu dan buku syahriah terasa lambat.
  • Wali santri tinggal jauh dan sering bertanya “syahriah bulan ini sudah tercatat?”.
  • Pondok punya beberapa unit dengan nominal syahriah yang berbeda.
  • Pengurus ingin rekap syahriah, uang makan, dan asrama tanpa menyalin ulang dari kartu.

SPPKU adalah aplikasi web untuk pondok dan sekolah, dan sengaja dibuat sederhana serta mudah dipakai seperti WhatsApp sehari-hari.

Ingin syahriah setiap santri tercatat per bulan, lengkap dengan riwayat bayar yang bisa dilihat wali dari jauh?

Cara SPPKU Membantu Mencatat Syahriah

  • Syahriah sebagai tagihan bulanan: jenis tagihan disesuaikan saat setup awal bersama tim SPPKU. Uang makan, asrama, dan biaya lain bisa dibuat sebagai jenis tagihan sendiri.
  • Nominal per kelas: nominal diatur per kelas, lalu bisa disesuaikan per santri, misalnya untuk santri yang mendapat keringanan.
  • Pembayaran Siswa: wali membayar tunai di kantor, atau transfer lalu mengunggah bukti. Admin mengecek lalu menyetujui, dan notifikasi WA terkirim ke wali santri.
  • Akses History Wali Murid: wali santri melihat tagihan dan riwayat bayar di halaman login sendiri, seperti kartu syahriah yang selalu terbawa.
  • WA Notifikasi: admin mengirim pengingat tagihan WhatsApp, per santri atau sekaligus untuk satu kelas atau unit.
  • Akuntansi Sekolah: pembayaran yang disetujui masuk jurnal sesuai jenis tagihan, sehingga syahriah tidak tercampur dengan uang makan.
  • Setup awal dibantu tim SPPKU, termasuk data santri. Training lewat video conference. Full support selama berlangganan. Langganan mulai Rp100 ribu per bulan.

Rincian fitur untuk pondok ada di halaman aplikasi keuangan pondok pesantren SPPKU. Untuk prinsip pencatatan kas dan laporan bulanan ke pengurus, lihat panduan keuangan sekolah.

FAQ Contoh Kartu Syahriah Pondok Pesantren

Apa itu syahriah di pondok pesantren?

Syahriah adalah iuran bulanan santri kepada pondok, dari kata Arab “syahr” yang berarti bulan. Dana ini biasanya dipakai untuk biaya pendidikan dan operasional bulanan pondok.

Apa saja isi kartu syahriah pondok pesantren?

Kop pondok dan tahun ajaran, identitas santri dan wali, nominal syahriah, lalu satu baris per bulan berisi tanggal bayar, jumlah, cara bayar, paraf bendahara, dan keterangan.

Apa beda kartu syahriah dan kwitansi?

Kwitansi adalah bukti untuk satu transaksi. Kartu syahriah adalah catatan seluruh pembayaran satu santri dalam satu tahun ajaran, sehingga bulan yang lunas dan yang belum terlihat dalam satu lembar.

Apakah uang makan dan asrama ditulis di kartu syahriah?

Boleh, asalkan kolomnya terpisah per jenis biaya. Dengan begitu, sisa syahriah, uang makan, dan asrama tetap terlihat jelas. Uang pangkal sebaiknya dicatat di kartu cicilan sendiri.

Bagaimana mencatat syahriah yang dibayar lewat transfer?

Cek bukti transfer dan pastikan dana masuk ke rekening pondok. Setelah itu, isi tanggal, jumlah, dan cara bayar “transfer” di kartu dan buku syahriah, lalu beri paraf.

Bagaimana SPPKU membantu mencatat syahriah santri?

Syahriah diatur sebagai tagihan bulanan saat setup awal. Wali membayar tunai atau transfer lalu mengunggah bukti, admin menyetujui, dan notifikasi WA terkirim. Wali santri melihat riwayat bayar di halaman login. Demo diberikan lewat WhatsApp.

Mulai dari Kartu yang Rapi

Mulailah dari contoh di atas: tulis kop dengan tahun ajaran, siapkan satu baris per bulan, dan isi kartu di hari yang sama dengan pembayaran. Catatan yang tertib membuat amanah wali santri mudah dipertanggungjawabkan. Kalau Anda ingin syahriah setiap santri tercatat di satu tempat dan bisa dilihat wali dari jauh, lihat bagaimana SPPKU membantu. Akses demo diberikan lewat WhatsApp.